Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah rumah-rumah (sarang) di gunung-gunung dan di pohon-pohon dan dari apa yang dapat mereka jadikan atap, kemudian makanlah bermacam-macam buah-buahan, maka laluilah jalan-jalan Tuhanmu dengan patuh.” Keluarlah dari perutnya minuman (penyegar) yang bermacam-macam warnanya, dan padanya obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan. [an-Nahl: 68,69]

Saudara sekalian, dengan memperhatikan dua ayat dari kitab suci al-Quran itu, yakinlah bahwa lebah adalah hewan (serangga) yang istimewa. Istimewa dan luar biasa. Dari dua ayat itu kita dapat mengerti bahwa:

  1. untuk bersarang lebah (terutama lebah madu) memperoleh ILHAM (wahyu) dari Tuhan, baik tentang tempat maupun bahan untuk membuat sarangnya
  2. untuk makanannya lebah juga atas ILHAM (wahyu) dari Tuhan, terutama untuk memperoleh makanan itu sesuai dengan “jalan-jalan Tuhan”.
  3. fenomena lebah dengan hasil yang dikeluarkan dari perut dan sarangnya itu merupakan tanda-tanda kebesaran Tuhan bagi yang memikirkannya.

(lebih…)

azparitaIbu Azparita alias Ita (demikian beliau memperkenalkan diri), adalah salah satu member PT MSS yang menjadi membernya benar-benar secara kebetulan. Dalam kondisi sakit infeksi kelenjar Thyroid, beliau bertemu dengan calon sponsor/upline, Pak Manshur,  di KRL. Berkenalan, lalu mencoba beli sepaket Propolis.

(lebih…)

Ada seorang member PT MSS yang bertransaksi di Bogor Dramaga Agency. Namanya adalah Pak Basar. Basar_leukositBeliau menceritakan penyakitnya yang membawanya berkenalan dengan PT MSS. Dia adalah mantan manajer di suatu perusahaan forniture terkenal di Bogor. Perusahaannya itu mampu menangani penyakitnya ketika belum parah. Pemeriksaan rutin yang dibiayai oleh perusahaan menunjukkan bahwa tingkat hyperleukocyte Pak Basar semakin meningkat.

Pada waktu masih bekerja di perusahaan, enak beliau karena biaya perawatan masih ditanggung perusahaan. Namun setelah pensiun, siapa lagi yang menanggung? Maka beliau mengonsumsi propolis yang waktu itu diperoleh dari isterinya Ibu SUHARTINI (INDGG0005D). Baru empat hari megonsumsi, bukannya membaik, malah muncul gejala alergi yang parah. Hampir semua wilayah tubuhnya terjangkit. Yang paling sakit adalah telapak kakinya yang bengkak bernanah. Berikut adalah gejala alergi pasca minum propolis itu setelah 2 minggu, jadi luka-luka sudah mengering.

(lebih…)

Propolis is a natural sealing resin used by worker bees to line the inner sides of the combs, close and stick possible cracks in the walls of the hives or reduce their entrance while it acts as a natural, antibacterial and antifungal protection for the hives. Honey bees (Apis mellifera) collect wax and resins from plants, blossoms, shrubs and leaf buds which are then mixed with saliva and other bee excretions. The chemical composition of propolis is subject to variations according to its botanical source and the season of the year but it generally shows a very complex compound structure, among which resins, composed of flavonoids and phenolic acids or their esters, waxes and fatty acids, essential oils, pollens and other organic substances and minerals.

Bactericidal and fungicidal effects are attributed to propolis. It is used in dental care and dermatology (wound healing, mycosis, regeneration of the epiderm in the case of burn wounds, ulcers, excema). Propolis is integrated in the medicinal formulations for the treatment of cardiovascular, respiratory and blood systems. It is said that propolis improves the immune system and enhances the liver protection. As such it is used in cancer treatments. The cosmetic use of propolis is a prolongation of its dermatological applications, i. e. it is a welcome ingredient in cleansing and regenerating creams, soaps and masks.

As far as the food sector is concerned, propolis and its antimicrobial, fungicidal and antioxidant properties are interesting as a preservative agent or a dietary ingredient. Raw propolis is mostly processed into capsules, paste, dry and liquid extracts or tablets and consumed as a dietary supplement to be added to solid or liquid food.

click to download beeproducts.pdf

 BOUKRAA L; HAMMOUDI SM; BENBAREK H; BENHANIFIA MB; AISSAT S; AHMED M; MESLEM A

 Laboratory of Microbiology, Department of Veterinary Sciences, Tiaret University, Algeria

Background: Antibiotic-resistant bacteria continue to be of major health concern world-wide. Since the use of antibiotics became widespread, bacteria have progressively developed resistance. Consequently, scientific efforts have been made to develop new compounds to be used beyond conventional antibiotic therapy. It has been proposed that the healing effect of bee products could be due to various physical and chemical properties. Hydrogen peroxide, volatiles, organic acids, flavonoids, beeswax, nectar, pollen and propolis are, among others, the chemical factors that provide antibacterial properties.

Methods: Bacteria of medical concern such as Pseudomonas aeruginosa Escherichia coli and Methicillin Resistant Staphylococcus aureus were subjected to the action of bee products; namely honey, propolis, royal jelly and bee venom. In the majority of cases, the minimum inhibitory concentrations (MICs) were obtained using the incorporation method. The MIC was determined by finding the plates with the lowest concentration of honey on which the strain would not grow.

Results: all bee products have shown antibacterial activity. Sensitivity of bacteria to bee products varies considerably within the product and the varieties of the same product. Propolis has been found to have the strongest action against bacteria. This is probably due to its richness in flavonoids. Antibiotic-resistant bacteria have been found to be sensitive to the action of hive products.

Conclusion:

  • The frequent use of antibiotics has lead to the emergence of antimicrobial resistance.
  • Honey and other bee products were subjected to laboratory and clinical investigations during the past few decades and the most remarkable discovery was their antibacterial activity.
  • The emergence of antibiotic resistant bacteria, particularly methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) has posed problems in the management of chronic wound infections. Many studies have shown that application of hive products to severely infected cutaneous wounds is capable of clearing infection from the wound and improving healing.
  • Bee products are natural products; without adverse effects on tissues, they can be safely used on burns and inserted into cavities and sinuses to clear infection.

[EHRLICH II –2nd World Conference on Magic Bullets Celebrating the 100th Anniversary of the Nobel Prize Award to Paul Ehrlich Nürnberg, October 3-5, 2008]

Masamitsu Shimazawa1, Satomi Chikamatsu1, Nobutaka Morimoto, Satoshi Mishima3, Hiroichi Nagai2 and Hideaki Hara

Department of Biofunctional Molecules and Department of Pharmacology, Gifu Pharmaceutical University and Research Center, API Co. Ltd, Gifu, Japan

 

 We examined whether Brazilian green propolis, a widely used folk medicine, has a neuroprotective function in vitro and/or in vivo. In vitro, propolis significantly inhibited neurotoxicity induced in neuronally differentiated PC12 cell cultures by either 24 h hydrogen peroxide (H2O2) exposure or 48 h serum deprivation. Regarding the possible underlying mechanism, propolis protected against oxidative stress (lipid peroxidation) in mouse forebrain homogenates and scavenged free radicals [induced by diphenyl-p-picrylhydrazyl (DPPH). In mice in vivo, propolis [30 or 100 mg/kg; intraperitoneally administered four times (at 2 days, 1 day and 60 min before, and at 4 h after induction of focal cerebral ischemia by permanent middle cerebral artery occlusion)] reduced brain infarction at 24 h after the occlusion. Thus, a propolis-induced inhibition of oxidative stress may be partly responsible for its neuroprotective function against in vitro cell death and in vivo focal cerebral ischemia.

 

 

 

 

Keywords

 

: focal cerebral ischemia – free radical – lipid peroxidation – middle cerebral artery

 

produk200x100Produk yang dipasarkan lewat sistem MLM biasanya bermutu tinggi. Harga seharusnya tidak berbeda banyak dengan harga produk sejenis yang dipasarkan dengan pemasaran konvensional (Ritel). Ongkos marketing dari produk ritel seharusnya sama dengan bonus yang diterima oleh pelaku bisnis MLM. Ringkasnya produk seharusnya menjadi kekuatan utama bisnis MLM. Karena produk MLM yang ‘laris’ terjual karena banyak dibutuhkan oleh masyarakat luas dengan harga tidak jauh berbeda dengan produk ritel, akan menjadi energi penting bagi pelaku MLM untuk memperluas jaringan.

Perluasan jaringan membutuhkan konsumen produk yang mendapatkannya lewat jaringan. Membershipnya menjadi sarana baginya untuk memperoleh produk dengan harga distributor (lebih murah dibanding harga eceran) ditambah dengan fee penjualan. MLM adalah penjualan langsung, sehingga kapan pun dan dimanapun seorang member dapat menghasilkan omset bagi perusahaan, fee pemasaran (dalam bentuk aneka bonus) harus diterimanya tanpa syarat apapun. Tidak dibenarkan fee pemasaran produk yang merupakan persentasi tertentu dari omset, menjadi hangus gara-gara member tidak memenuhi syarat tertentu dari perusahaan, misalnya belanja ulang minimal (tutup poin).

PT Melia Sehat Sejahtera, merumuskan marketing plannya secara khusus, smart, transparan dan adil serta berpihak kepada member, untuk memenuhi syarat MLM sebagai suatu sistem penjualan langsung. PT MSS tidak mengenakan tutup poin untuk cairnya bonus. Bonus akan dibayarkan sesuai rumus hitungan yang besarnya sangat tergantung dari omset dan keseimbangan jaringan. Tidak ada peringkat managerial dari member MLM PT MSS. Semua member memiliki kedudukan sama, yaitu sebagai distributor. Penghasilannya sangat tergantung dari aktivitas masing-masing member dalam menyiptakan omset bagi perusahaan dan keseimbangan perkembangan jaringan. Dengan demikian tidak harus seorang member senior memiliki penghasilan yang lebih besar dibanding member yang lebih baru.

Dengan karakter jaringan seperti itu, maka kekuatan utama dari MLM PT MSS adalah produk. Syarat pertama dari produk adalah legalitasnya. Dua macam produk yang dipasarkan oleh PT MSS sudah memiliki ijin Badan POM Departemen Kesehatan RI. Syarat berikutnya adalah manfaat produk. Karena yang dipasarkan oleh PT MNI adalah produk suplemen kesehatan, maka khasiat produk menjadi tumpuan. Berikut adalah contoh dari khasiat salah satu dari dua produk PT MSS, yaitu PROPOLIS (Ijin Badan POM: TI 054 616 861) untuk membantu penyembuhan kanker payudara stadium IV yang sudah pecah, dan penyembuhan pelagra berat.

Salam Sehat Sejahtera dari Bogor,

Winarso D Widodo

email: wd_widodo@yahoo.com

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.